Cara Menghitung Breakeven Point (BEP) Sederhana

Apa itu BEP?

Breakeven Point atau titik impas adalah titik dimana pendapatan dari penjualan sudah menutupi biaya penjualan, atau dengan kata lain kita sebut dengan istilah “Balik Modal”. BEP menunjukkan berapa jumlah produk yang harus dijual untuk dapat menuju balik modal atau menutupi semua biaya yang dikeluarkan. BEP dapat digunakan untuk mengetahui mulai kapan usaha memberikan keuntungan yang sebenarnya.

Perhitungan sederhana BEP

BEP terjadi ketika

TC = TR

Dimana :

TR = P x Q

TC = TFC + TVC  sehingga TC = TFC + (V x Q)

Maka

P x Q = TFC + (V x Q)

(P x Q) – (V x Q) = TFC

(P – V) x Q = TFC

q1

Contoh soal :

Diketahui harga jual produk adalah Rp10.000 per unit, biaya variablenya per unitnya adalah Rp6.000, total biaya tetapnya adalah Rp40.000.000. maka berapa kuantitas penjualan agar bisa balik modal?

Jawab:

q2

Maka Q = 10.000 unit. 10.000 unit adalah jumlah produk yang harus dijual agar dapat mencapai balik modal.

Soal 2

Berdasarkan data diatas, jika perusahaan ingin mendapatkan laba Rp8.000.000 maka berapa yang harus dijual?

Jawab:

 

q3

oke, itulah cara menghitung BEP sederhana. Kalau ingin lebih paham lagi cara menghitung BEP, kunjungi pos yang ini Breakeven Point

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s