Sumber-sumber Kegagalan Pasar

  1. Eksternalitas

Eksternalitas adalah keuntungan atau kerugian yang dinikmati atau diderita pelaku ekonomi sebagai akibat tindakan pelaku ekonomi yang lain, tetapi tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan biaya secara formal.

  • Eksternalitas positif

Dampak dari kegiatan yang dilakukan suatu pihak terhadap orang lain tanpa ada kompensasi dari pihak yang diuntungkan. Contohnya : Pabrik A membangun jalan sehingga tanah penduduk di sekitar jalan itu nilainya meningkat.

Jalan-Raya-Malaysia-Akan-Berlapis-Karet

  • Eksternalitas negatif

Dampak dari kegiatan yang dilakukan suatu pihak apabila dampak tsb merugikan orang lain. Contohnya:  Pabrik cat membuang limbahnya ke sungai dan menyebabkan masyarakat yang menggunakan air sungai menjadi sakit, asap pabrik yang menyebabkan sakit ispa. dsb.

ikan2bsungai2bmati2btercemar2blimbah

76130913_asap-pabrik

2. Informasi Tidak Sempurna

  • Adalah kebalikan dari asumsi informasi sempurna yang mendasari efisiensi pasar, dimana:
  • Pembeli memiliki informasi kualitas harga dan harga produk
  • Perusahaan memiliki informasi kualitas dan harga input.
  • Akibatnya adalah konsumen akan mengalami perlakuan harga jual yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

3. Daya Monopoli

  • Memiliki satu perusahaan yang mengontrol harga dan persaingan, dimana output lebih sedikit dan harga lebih tinggi daripada di persaingan terbuka.
  • Sering terjadi dalam pasar monopoli dan pasar oligopoly, kemampuan mempengaruhi tingkat harga tersebut menyebabkan barang yang diproduksi lebih sedikit, harga yang lebih tinggi, dibanding dalam pasar persaingan sempurna.

4. Barang Publik (Public Goods)

  • Barang Publik (Public Goods) adalah barang yang bersifat non rivalry, non exclusive, dan non-divisible.
  • Rival artinya, barang tidak dapat dikonsumsi secara simultan (bersamaan) tanpa saling merugikan.
  • Ekslusif artinya diperlukan syarat untuk memperoleh barang tersebut. Seperti tidak perlu membayar dan sebagainya.
  • Dan divisible artinya dapat dipecah-pecah atau dibagi-bagi.
  • Sehingga barang public adalah barang yang dapat digunakan/dimanfaatkan bersama-sama secara gratis (non exclusive) dan bersifat non divisible.
  • Contoh: jalan raya, taman, pertahanan nasional suatu Negara, dsb.

321646_jalan-raya-di-malaysia-_663_382

  • Barang public biasanya disediakan oleh pemerintah.
  • Sedangkan Semi Public Goods adalah adalah barang yang bersifat non rivalry, dan non-divisible namun bersifat Ekslusif. Contoh: jalan tol dan bioskop.
  • Kebalikan dari barang public adalah barang private (Private Goods).
  • Resiko yang muncul dari barang public adalah munculnya free rider problem.

Yaitu sebagian orang yang tidak bersedia berpartisipasi  dalam pengadaan barang public tersebut namun tetap ikut memanfaatkannya, karena mereka beranggapan berpartisipasi atau tidak barang barang public tersebut tetap tersedia.

  • Barang publikatau barang social memiliki manfaat kolektif bagi masyarakat, sehingga:
  • Semua orang bisa menikmatinya
  • Perusahaan swasta tidak merasakan keuntungan darinya

5. Barang Alturisme (Alturism Good)

  • Adalah barang yang ketersediannya berdasarkan sukarela karena rasa kemanusaan. Contohnya adalah darah.
  • Supply darah ada karena rasa kemanusiaan. Apabila supply barang ini diserahkan kepada mechanism pasar, maka tidak akan terjadi pasar karena aspek supply nya bertentangan dengan ajaran agama (akan terjadi kegagalan pasar atau market failure).

Oleh karena itu Pemerintah menangani masalah demand dan supply darah dengan membentuk PMI (Palang Merah Indonesia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s