Konsep Dasar Faktor Produksi

Factor produksi sebagai permintaan turunan (derived demand)

  • Permintaan terhadap suatu barang dikatan sebagai permintaan turunan bila permintaan terhadap barang tersebut sangat tergantung pada permintaan terhadap barang lain.
  • Missal BBM merupakan permintaan turunan, karena permintaan BBM sangat dipengaruhi oleh permintaan terhadap mobil. Pembelian mobil akan mempengaruhi jumlah penggunaan BBM.
  • Dalam hal pasar factor produksi, permintaan terhadap tenaga kerja sangat tergantung pada permintaan terhadap barang dan jasa. Makin besar permintaan terhadap barang maupun jasa, maka permintaan terhadap tenaga kerja akan semakin besar.
  • Contoh: pabrik mobil jika ia ingin meningkatkan jumlah output mobil maka ia akan memerlukan lebih banyak tenaga kerja.

Faktor Produksi Substitusi dan komplemen

  • Factor produksi dikatan substitusi bila penambahan penggunaan factor produksi yang satu mengurangi penggunaan factor produksi yang lain.
  • Mesin dikatakan bersifat substitusi jika penggunaan mesin dapat mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia.
  • Contoh: pabrik mobil yang lebih modern mayoritas proses produksinya dikerjakan oleh robot.
  • Factor produksi dikatan komplemen bila penambahan pungganaan factor produksi yang satu dapat menambah penggunaan factor produksi yang lain.
  • Mesin juga bias dikatakan bersifat komplemen jika penggunaannya dapat menambah penggunaan tenaga kerja manusia.
  • Contoh : penggunaan mesin jahit di perusahaan pakaian. Semakin banyak mesin jahit yang dimiliki oleh perusahaan tersebut maka semakin banyak juga perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja.

Efek substitusi

Analisi efek substitusi dalam pasar factor produksi itu analogis terhadap efek substitusi pada teori perilaku konsumen. Jika terjadi kenaikan harga pada suatu factor produksi, maka penggunaan factor produksi(input) tersebut akan dikurangi. Untuk menjaga tingkat output pada isokuan yang sama, perusahaan akan menggunakan lebih banyak factor produksi lain yang harganya relative lebih murah.

Efek output

Suatu factor produksi dikatakan normal (normal input) jika penambahan sekala produksi menambah penggunaan faktor produksi tersebut.

Dikatakn inferior jika penambahan skala produksi justru mengurangi penggunaan faktor produksi. (negative output effect).

Factor-faktor penentu permintaan terhadap factor produksi (input demand factors)

Harga faktor produksi

  • Yang dimaksud harga faktor produksi adalah upah dan gaji untuk tenaga kerja atau sewa untuk barang modal dan tanah.
  • Jika faktor produksi bersifat normal, makin murah harganya maka makin besar jumlah yang diminta.
  • Dalam kasus khusus Jika faktor produksi bersifat inferior, makin murah harganya maka akan menurunkan jumlah yang diminta. Namun ada juga saat harganya naik maka permintaan justru meningkat.

Permintaan terhadap output

Makin besar skala produksi maka makin besar permintaan terhadap input. Kecuali input tersebut bersifat inferior.

Permintaan terhadap faktor produksi yang lain

Hubungan sibstitutif, apabila permintaan terhadap faktor produksi substitutive (mesin) meningkat maka permintaan terhadap tenaga kerja menurun. Jika hubungannya komplemen maka meningkatnya permintaan mesin juga akan meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja.

Harga faktor produksi yang lain

Substitusi

Sangat berkaitan dengan sifat hubungan antar faktor produksi. Permintaan terhadap suatu faktor produksi akan meningkat, bila harga faktor produksi substitusinya makin mahal. Contoh : mesin dengan manusia, apabila biaya menggunakan mesin lebih murah daripada biaya untuk menggaji tenaga kerja manusia maka perusahaan akan lebih memilih menggunakan mesin.

Komplemen

Permintaan terhadap faktor produksi akan menurun, jika harga faktor produksi komplemennya makin mahal. Contoh : perusahaan pembuat pakaian, tidak akan merekrut tenaga kerja lagi apabila biaya untuk membeli mesin jahit semakin mahal, karena mesin jahit membutuhkan seorang operator.

Kemajuan teknologi

  • Jika kemajuan teknologi dapat meningkatkan produktifitas maka permintaan terhadap faktor produksi akan meningkat.
  • Jika kemajuan teknologi dapat meningkatkan produktifitas tenaga kerja, maka permintaan tenaga kerja juga akan meningkat. Nah… ini merupakan hubungan yang bersifat komplementer, contohnya mesin jahit dengan tukang jahit.

Kemudian jika kemajuan teknologi hanya meningkatkan produktifitas barang modal, maka peningkatan barang modal ini akan menurunkan permintaan terhadap tenaga kerja. Contohnya adalah memilih penggunaan robot daripada penggunaan tenaga kerja manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s